Tangis Pendidikan di Ujung Barat Tangerang: Ruang Kelas SDN 1 Jenggot Ambruk, Siswa Terpaksa Belajar Bergantian
Bocah Angon

TANGERANG, RJNPOS.COM — Di tengah semangat anak-anak menuntut ilmu, kondisi SD Negeri 1 Jenggot, yang terletak di Desa Jenggot, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, justru mencerminkan kenyataan pahit dunia pendidikan di pelosok daerah. Dari 9 ruang kelas yang ada, 3 di antaranya kini rusak parah—satu telah ambruk, dua lainnya nyaris roboh. Sabtu (31/5/2025)
Peristiwa memilukan ini terjadi sejak November 2023. Kepala SDN 1 Jenggot, H. Dulhadi, S.Pd., mengenang detik-detik runtuhnya ruang kelas yang kini hanya menyisakan puing. (27/5/2025) “Alhamdulillah terjadi malam hari, jadi tidak ada korban jiwa. Tapi hati kami hancur melihat ruang tempat anak-anak belajar runtuh begitu saja,” ucapnya lirih.

Tak hanya satu, dua ruang kelas lainnya juga tak lagi bisa digunakan. Kayu penopang yang keropos dan genteng yang ambles membuat ruangan itu berbahaya untuk dihuni. Demi keselamatan, ruang-ruang tersebut dikosongkan, meski kebutuhan kelas semakin mendesak.
Dengan lebih dari 300 siswa, idealnya SDN 1 Jenggot memiliki 12 ruang kelas. Namun kini, mereka hanya mengandalkan 6 ruang yang tersisa. Akibatnya, kegiatan belajar-mengajar harus dibagi menjadi dua shift—pagi dan siang. Siswa-siswi terpaksa belajar bergantian, dengan waktu yang terbatas dan fasilitas seadanya.
“Pagi masuk pukul 07.00 sampai 10.00, lalu diganti oleh siswa berikutnya sampai pukul 13.00. Ini bukan sistem ideal, tapi kami tak punya pilihan,” tutur H. Dulhadi.
Yang lebih memilukan, ruang guru pun ikut rusak. Para pengajar kini hanya menempati sebuah ruangan sempit, duduk berhimpitan, mengajar dalam keterbatasan yang seolah tak kunjung mendapat perhatian.
Padahal, permohonan perbaikan sudah diajukan ke Dinas Pendidikan sejak Desember 2023. Namun hingga kini, tidak ada tanda-tanda perbaikan dimulai. Waktu terus berjalan, tapi harapan seakan dibiarkan terombang-ambing.
Situasi ini menjadi ironi menyedihkan di tengah gencarnya upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Apakah layak anak-anak bangsa belajar di tengah ancaman bangunan roboh? Di ruang kelas tanpa atap yang kokoh? Di balik semangat guru-guru yang tak kenal lelah, mengapa negara seolah diam?
Kami mengetuk hati semua pihak: Pemerintah, para wakil rakyat, dan seluruh elemen masyarakat. Mari buka mata dan hati untuk melihat SDN 1 Jenggot. Di sana, ada ratusan anak yang ingin belajar, ingin tumbuh, dan bermimpi. Tapi bagaimana mereka bisa bermimpi, jika ruang untuk bermimpi saja runtuh?
Imron, R. Sadewo ( Bocah Angon)
Red |
