Menjadi Seorang Jurnalis Harus Bangga: Kami Hadir Ditengah masyarakat untuk Perjuangkan KEBENARAN dan KEADILAN!!
Redaksi Arfendy

JAKARTA, RJNPOS – Jurnalis yang rajin adalah mereka yang senantiasa mencari data, memverifikasi fakta, dan menyajikan rilis berita yang akurat.
Kami hadir untuk memperjuangkan KEBENARAN dan KEADILAN.
Menurut standar profesi dan kode etik jurnalistik, seseorang tidak bisa disebut sebagai wartawan jika hanya memegang jabatan atau kartu pers, namun tidak pernah menghasilkan karya jurnalistik berupa berita atau liputan.
PERNYATAAN PRINSIP
Wartawan sesungguhnya memegang amanah berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Redaksi dan seluruh insan pers berkomitmen untuk:
Melaksanakan fungsi dan tugas jurnalistik sebagaimana mestinya. Selalu taat pada aturan hukum dan Kode Etik yang berlaku. Memahami serta menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi yang ada.
Kami hadir bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab, menjunjung tinggi kebenaran dan integritas.
ALASAN SECARA PROFESIONAL
1. Melalaikan Tugas Pokok
Tugas utama seorang wartawan, khususnya bagi yang menduduki jabatan Kepala Wilayah (Kaperwil), adalah mencari informasi, melaksanakan peliputan, dan menyetorkan rilis berita secara berkala.
Menjadi wartawan dibuktikan dengan karya nyata, bukan sekadar memegang titel atau jabatan semata.
Jika kondisi terjadi “Tengah tapi tidak setor berita”, itu artinya melalaikan kewajiban dan melanggar disiplin kerja.
Wartawan yang profesional sejati menanamkan harga diri dan rasa memiliki, serta bertanggung jawab penuh demi terciptanya komunikasi yang lancar, efektif, dan efisien.
2. Indikasi “Wartawan Gadungan” atau Simbolis
Seringkali kondisi seperti ini menjadi pintu masuk praktik buruk, antara lain:
Hanya ingin menggunakan nama dan atribut media untuk kepentingan pribadi.
Ingin mendapatkan pengakuan sosial atau akses tertentu tanpa bekerja.
Berpotensi disalahgunakan untuk meminta uang atau memeras pihak lain (praktik extortion), yang mana ini adalah pelanggaran berat.
3. Merusak Citra Media dan Profesi Keberadaan orang yang hanya memakai atribut namun tidak bekerja justru merugikan redaksi dan mencoreng nama baik dunia pers.
