Tegas Aliansi Cugenang Menggugat Demo di Kantor Bupati Cianjur Jl. H. Siti Jenab No. 31, Kab. Cianjur, Jawa Barat Menuntut Kejelasan Bantuan Jokowi

CIANJUR, ZONAMERAH86.COM – Dinilai masyarakat seorang pemimpin otak bobrok, Pemerintah korupsi hanya kepentingan pribadi dan antek antek nya.
Dengan banyak nya bantuan baik dalam maupun dari luar Negeri dengan jumlah yang sangat besar triliunan timbul lah sifat serakah, sifat korup nya. Dengan bermacam cara bermacam alasan dana bantuan di rekayasa untuk ku kepentingan pribadi dan golongnya.
Pemerintah korup akan menghalalkan smua cara untuk kepentingan politik nya. sudah di pastikan tahun 2023 dan 2024 adalah tahun politik.
Ada indikasi arah nya kesana analisa seperti itu dari abdi..
Waktu aksi demo kemaren musti Bupati ada di pondopo dan hadir di tengah tuntutan warga nya tapi kenyataan nya Herman memilih main lato lato dengan partai nya. Ayo saudara saudaraku, ade ade mahasiswa dan warga Kabupaten. Cianjur kita satu kan sikap kita satu tujuan satu komando untuk menumpas kezoliman. Untuk membasmi setan, iblis harus dengan suara tuhan.
Insa Allah iblis itu akan hacur..
Ribuan masyarakat yang tergabung dari Aliansi Cugenang Menggugat serta ormas lainnya mendatangi kantor Bupati Cianjur Jl. H. Siti Jenab No. 31, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu 11 Januari 2023.
Mereka meminta agar bantuan stimulan segera dicairkan untuk para korban gempa bumi. Koordinator Aksi Aliansi Cugenang Menggugat, Iman Parsiman, mengatakan aksi yang di gelar ini menuntut agar pemerintah segera membagikan stimulan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk para korban gempa Cianjur.
“Kami menuntut segera bagikan stimulan dari presiden kepada para korban gempa, apabila ada pembangunan untuk para korban tidak melalui pihak ketiga, titik,” katanya.
Ia menanyakan kejelasan terkait dengan bantuan stimulan yang diberikan untuk warga terdampak gempa.
“Contoh si A akan membangun rumah, kan pakai uang yang tadi, itu tidak melalui pihak ketiga, tapi bangun sendiri sendiri. Orang sekarang sudah pada pinter, kok. Dalam kondisi terjepit, manusia dengan sendirinya akan pintar sendiri, saya yakin itu,” katanya.
Para pengusaha, menurutnya, diajak bergabung untuk menyuplai barang dan bukan untuk membangun.
“Pengusaha lokal silakan bergabung dengan kami untuk menyuplai, tapi bukan untuk membangun, (tapi) untuk menyuplai bahan bangunan, silakan. Tapi tidak boleh membangun sebagai supplier (penyuplai), silakan, tapi bukan untuk kontraktor,” katanya. (Rasul Hamidi)
