Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, Kecaman Keras : Serangan Israel Ke (UNIFIL) Di Lebanon Selatan Tewasnya Prajurit TNI.

JAKARTA, RJNPOS – Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, Menyampaikan Kecaman Keras Atas Tewasnya Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan akibat serangan Israel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengecam keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan yang menewaskan tiga prajurit TNI Indonesia dalam dua insiden terpisah pada 29 dan 30 Maret 2026.
Dalam konferensi pers di Beijing pada 30 Maret 2026, Mao Ning menyatakan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian sama sekali tidak dapat dibenarkan, karena termasuk pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya para prajurit asal Indonesia dan mendesak pihak-pihak terkait untuk meredakan situasi serta memastikan keselamatan pasukan perdamaian.
Praka Farizal Rhoma Dhon gugur pada 29 Maret ketika sebuah proyektil meledak di dekat posisinya di ad chit al-qusayr, sedangkan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur pada 30 Maret dalam ledakan yang diduga berasal dari pasukan Israel pada kendaraan mereka.
Israel telah membantah terlibat dalam serangan tersebut, dan UNIFIL masih melakukan penyelidikan.
Ia menegaskan bahwa tindakan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional serta bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
“Serangan sengaja terhadap penjaga perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan Nomor 1701. hal ini tidak dapat diterima dan harus dihentikan sekarang juga,” ujar Ning.
Beijing menilai insiden tersebut tidak dapat dibenarkan dan mendesak agar segala bentuk serangan terhadap personel penjaga perdamaian segera dihentikan.
Pernyataan ini menambah tekanan dari komunitas internasional terhadap eskalasi konflik yang terus meningkat, sekaligus menegaskan pentingnya perlindungan bagi pasukan yang menjalankan mandat perdamaian global. Tanggapan.
Sehingga berita ini ditulis berdasarkan fakta-fakta menarik perhatian publik. Penulisan : Arfendy S.Kom.l, CFLE
