Jaringan Peredaran Rokok Ilegal Jadi Perhatian Menteri Keuangan RI, Harus Segera Ditindak Tegas

JAKARTA, rjnpos.com – Peredaran rokok ilegal jaringan Setiven mendapat sorotan publik, pasalnya beberapa media online telah menayangkan pemberitaan peredaran rokok ilegal yang berdampak merugikan pendapatan negara. Minggu (26/10/25)

Mengutip dari pemberitaan yang tayang, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, bahwa dirinya akan memburu para penyelundup hingga ke akar-akarnya, tanpa pandang bulu tanpa takut siapapun yang ada dibelakang mereka.

“Negara ini terlalu lama dirugikan oleh praktik kotor penyelundupan, kalau ada yang main di belakang, Saya tidak peduli. Saya punya presiden Prabowo”, Ujarnya dengan nada mantap.

Purbaya menilai penyeludupan bukan sekedar kejahatan ekonomi, tetapi juga penghianatan terhadap rakyat, karena merampas potensi penerimaan Negara yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Ada bebera titik lapak peredaran rokok ilegal jaringan Setiven, diantaranya di wilayah Poris Plawad, diduga jaringan rokok Ilegal tanpa cukai dari luar Negeri atau merk rokok luar Negeri yang dipalsukan oleh jaringan Setiven diduga memiliki banyak pembeking, sehingga sampai saat ini Steven menghirup udara bebas.

Padahal, Setiven merupakan sindikat rokok Ilegal jaringan Internasional, berdasarkan informasi yang didapat, pembuatan rokok Ilegal tersebut di negara Philipina, lalu diselundupkan melalui jalur laut ke wilayah Batam dan Tungkal Jambi.

Merk rokok ilegal dalam jaringan Setiven
“Diselundupkan melalui jalur laut ke Batam dan Tungkal Jambi dengan sebuah kontainer berwarna biru yang berisikan penuh rokok Ilegal milik Setiven, selanjutnya diedarkan di Jakarta danTangerang melalui lapak-lapak penjual rokok ilegal yang bukanya hanya sore sampai malam hari,” menurut keterangan mantan pekerja Setiven yang enggan disebut namanya.

Rakyat Indonesia menunggu tindakan tegas dan komitmen penuh dari Menteri Keuangan agar segera melakukan tindakan dan membongkar sindikat jaringan rokok ilegal yang dijalankan Setiven, karena jelas merugikan pendapatan negara,

Publik pun menunggu tindakan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk melawan dan memberantas mafia ekonomi yang selama ini merugikan negara (Tim)