Sampah Dibersihkan Hari Ini, Bocah Angon Kritik Pemdes Gandaria: “Jangan Seperti Uka-Uka, Ada Suaranya Tak Ada Orangnya”

TANGERANG, H&K CYBER — Tumpukan sampah yang sempat menjadi sorotan publik di Desa Gandaria, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, akhirnya dibersihkan Rabu (10/6/2026). Namun, pembersihan ini justru memunculkan pertanyaan mendasar: mengapa keluhan warga yang sudah berlangsung lama baru ditindaklanjuti setelah menjadi perbincangan luas?

Dewan Pimpinan Pusat Ruang Jurnalis Nusantara (DPP RJN) menilai, pembersihan ini hanyalah langkah sesaat. Persoalan utamanya adalah lemahnya perhatian pemerintah desa terhadap aspirasi warga sejak awal. Selama ini, warga sudah berkali-kali menyampaikan keluhan, namun tidak mendapat tanggapan berarti hingga persoalan menjadi viral. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap efektivitas pengawasan dan keseriusan pelayanan publik di tingkat desa.

Angkut Sampah Bukan Solusi Tunggal

Pembersihan dilakukan di dua titik utama: pertama di Kp. Betong RT.001/RW.003, kedua di Ruas Jalan Raya Gandaria-Pagenjahan. Koordinator Kebersihan Kecamatan Mekar Baru, Syafe’i, menegaskan bahwa mengangkut sampah saja tidak akan menyelesaikan akar masalah.

“Masalah ini harus ditangani secara menyeluruh. Pemerintah desa harus libatkan RT/RW untuk mengedukasi warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Pengawasan dan sosialisasi harus berjalan terus-menerus agar lingkungan tetap bersih secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pernyataan ini sejalan dengan pandangan DPP RJN, yang menilai langkah pencegahan justru lebih penting daripada pembersihan reaktif. Jika pengawasan dan edukasi berjalan baik, tumpukan sampah berlebih tidak akan terjadi dan membebani warga.

Kritik Bocah Angon: Butuh Kerja Nyata, Bukan Pencitraan

Aktivis sosial yang akrab disapa Bocah Angon menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah hak seluruh warga, bukan urusan segelintir pihak. Ia menyayangkan sikap pemerintah desa yang dinilai baru bergerak setelah mendapat sorotan.

“Ini urusan bersama. Jangan dianggap sepele. Rakyat butuh solusi nyata, bukan sekadar tanggapan setelah berita menyebar,” tegasnya.

Bocah Angon juga menyebutkan menerima informasi adanya penyerahan sejumlah uang yang diduga melibatkan staf desa. Namun, maksud dan tujuan penyerahan tersebut belum jelas, sehingga ia meminta klarifikasi terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi.

“Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jangan biarkan hal ini menimbulkan dugaan yang tidak perlu,” tambahnya.

Dengan gaya bahasanya yang tegas, ia menyindir pejabat yang hanya terlihat saat ada perhatian publik.

“Jangan kira uang bisa menyelesaikan segalanya. Jabatan bukan sekadar nama atau kehormatan, tapi amanah. Kalau tak siap dikritik, jangan jadi pemimpin. Rakyat tidak butuh pemimpin yang muncul hanya saat kamera menyala atau persoalan sudah viral. Kami butuh kehadiran, tanggung jawab, dan kerja nyata setiap hari,” tegasnya.

Ia pun menyindir: “Jangan seperti uka-uka, ada suaranya tapi tak ada orangnya.”

Komitmen Camat, Pemdes Belum Tanggapi

Sebelumnya, Camat Mekar Baru Iman Bahlawi, S.IP., M.Si., telah menyampaikan komitmennya melalui telepon dan pesan pada Senin (8/6/2026) bahwa lokasi tersebut akan dibersihkan Rabu ini. Komitmen itu kemudian direalisasikan. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga agar kebersihan terjaga terus-menerus.

Meski demikian, DPP RJN menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan tidak diukur dari seberapa cepat merespons setelah disorot, tapi dari kemampuan mencegah masalah sejak awal. Pembersihan dua titik ini patut diapresiasi, namun tidak boleh menutupi kegagalan pengawasan dan pelayanan yang seharusnya berjalan sejak awal.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Gandaria belum memberikan tanggapan resmi terhadap pertanyaan yang diajukan tim media. Ruang klarifikasi tetap dibuka sesuai amanat UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Bocah Angon menutup pernyataannya: “Rakyat tidak hidup dari janji atau klarifikasi. Kami menilai dari apa yang terlihat dan dirasakan. Lingkungan bersih tidak lahir dari pencitraan sesaat, tapi dari kerja konsisten, pengawasan tegas, dan berpihak pada kepentingan warga.” Tim H&K Cyber