TINJAUAN PEMBANGUNAN: UBAH CARA PANDANG, KOMITMEN BERSAMA ACEH SINGKIL DIO FAHMIZAN, ST. — KETUA KONSERVASI ALAM ACEH SINGKIL.

ACEH SINGKIL, H&K CYBER | Sabtu, 22 Agustus 2026 Pemerintahan Seperti Kapal Berlayar Dalam menilai perjalanan pemerintahan Aceh Singkil, kita perlu mengubah pola pikir: jangan ukur seluruh perjalanan hanya dari titik yang belum tercapai.
Pemerintahan ibarat kapal yang sedang melaju: Tidak bisa dibilang “tidak bergerak” hanya karena belum sampai pelabuhan
Harus dinilai dari: asal berangkat, arah tujuan, jarak tempuh, hambatan, dan ketepatan navigasi Begitu pula pembangunan: di antara janji politik dan hasil nyata terdapat proses panjang — mulai dari perencanaan, anggaran, regulasi, pelaksanaan, hingga evaluasi.
Menilai Secara Menyeluruh (Bukan Sekadar Hasil Akhir) Dio Fahmizan menggunakan perumpamaan tesis mahasiswa:
“Mahasiswa tidak dinilai hanya dari halaman terakhir. Kita lihat rumusan masalah, metode, data, analisis, hingga menghadapi keterbatasan.”
Saat menilai pemerintahan, tanyakan: Apa yang sudah selesai dikerjakan? Apa yang sedang berjalan? Bagian mana yang belum tercapai & kendalanya apa? Bagaimana upaya perbaikan yang dilakukan?
Tujuannya bukan membela pemerintah, melainkan membuat penilaian lebih objektif.
Dukungan & Kritik yang Sehat Mendukung ≠ Membenarkan semua kebijakan Mengkritik ≠ Memusuhi pemerintah “Dukungan sehat memberi ruang koreksi; Kritik sehat memberi ruang pemahaman.”
Dibutuhkan sinergi: Pemerintah: Bekerja sesuai wewenang Masyarakat: Mengawasi Legislatif: Melakukan fungsi kontrol Elemen Sipil: Memberi gagasan & perspektif
Perbedaan peran tidak harus berpecah tujuan. Aceh Singkil butuh ruang publik yang fokus pada solusi perbaikan, bukan sekadar mencari siapa yang salah.
Pembangunan Berkelanjutan & Ekosistem Penilaian pembangunan juga tidak boleh sekadar “jumlah fisik yang dibangun”. Seperti menilai bangunan:
Lihat fondasi, struktur, beban, dan ketahanan jangka panjang — bukan sekadar warna dinding.
Pembangunan harus dinilai dari: Manfaat nyata bagi masyarakat Kekuatan keberlanjutan program Arah tujuan jangka panjang
Sebagai Ketua Konservasi Alam, Dio menekankan: “Alam, kita, pemerintah, dan seluruh elemen daerah berada dalam satu ekosistem yang saling berkaitan.”
Kita boleh berbeda pandangan soal cara, tetapi jangan berbeda tujuan: membawa Aceh Singkil menuju masa depan yang lebih baik.
“Pada akhirnya, yang harus kita menangkan bukanlah perdebatan. Yang harus kita menangkan adalah masa depan Aceh Singkil.” — Dio Fahmizan, ST. (SM/RED)
