“Puing-puing di Lingkungan Dewan: Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Proyek Jalan Lingkar Kantor DPRD Kian Menguat”

DHARMASRAYA, RJNPOS.COM— Proyek pembangunan dan perawatan jalan lingkar serta area parkir Kantor DPRD Kabupaten Dharmasraya kembali menjadi sorotan tajam publik.
Tumpukan material yang dulunya berserakan sejak tahun anggaran 2023 kini raib tanpa jejak, hanya menyisakan puing-puing bekas Material proyek mangkrak di halaman gedung wakil rakyat tersebut.
Kondisi memprihatinkan ini kian memperkuat dugaan bahwa proyek tersebut gagal dalam perencanaan maupun pelaksanaan. Di tengah pergantian anggota dewan periode 2025, publik justru dihadapkan pada pemandangan tak sedap di pusat kegiatan legislatif daerah.
Material Mangkrak Dua Tahun, Wajah DPRD Tercoreng
Saat sekarang ada berapa pihak Yang ada di lingkungan itu mengatakan, material itu diangkut lagi tapi entah kemana dibawanya kita tak tahu, ungkapnya Salah seorang Yang tidak mau disebutkan namanya.
Alih-alih mempercantik fasilitas DPRD, proyek jalan lingkar dan parkir yang dibiayai APBD justru berubah menjadi simbol ketidakberesan manajemen pembangunan. Sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi yang berlarut-larut.
“Dari tahun 2023 sampai sekarang yang ada hanya tumpukan material. Tidak ada progres pekerjaan. Publik tentu bertanya, ke mana perginya dana perawatan dan pembangunan itu?” ungkap salah seorang tokoh masyarakat kepada tim MEDIABUSER.CO.ID beberapa waktu lalu.
Dugaan “Anggaran Siluman” Mengemuka
Investigasi lapangan tim MEDIABUSER.CO.ID menemukan indikasi kuat adanya kejanggalan dalam pelaksanaan dan penyerapan anggaran proyek tersebut.
Tumpukan material yang sebelumnya terlihat kini telah raib tanpa penjelasan, menyisakan puing-puing dan bekas tumpukan yang tak tersentuh perbaikan.
Publik pun menduga adanya anggaran siluman atau penyalahgunaan dana yang melibatkan oknum pelaksana maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Kalau benar ada dana dialihkan ke pos lain tanpa dasar hukum, berarti ini bukan sekadar kelalaian, tapi sudah masuk ranah penyalahgunaan yang harus diusut penegak hukum,” tegas seorang tokoh masyarakat Pulau Punjung.
Konfirmasi Pejabat DPRD Berulang Kali Gagal
Upaya konfirmasi tim media kepada Kabag Umum DPRD Dharmasraya, Yusrizal, kembali menemui jalan buntu. Saat awak media mendatangi ruang kerjanya, seorang staf menyebut,
“Tadi ada, tapi sekarang tidak di tempat. Kami tidak tahu ke mana beliau pergi,” ujarnya di Kantor DPRD Dharmasraya, Selasa (4/11/2025).
Sebelumnya, Yusrizal sempat berjanji akan memberikan klarifikasi pada Jumat (23/7/2025) dengan alasan tengah berada di Padang. Namun hingga kini, konfirmasi via telepon maupun pesan WhatsApp tidak pernah dibalas.
Desakan Transparansi dan Audit Publik Menguat
Kondisi tersebut memicu desakan dari masyarakat agar DPRD Dharmasraya bersikap transparan dan bertanggung jawab atas proyek yang belum jelas ujungnya.
“Jangan biarkan masyarakat terus menduga-duga. Jika benar ada permainan anggaran, harus diungkap dan ditindak tegas,” ujar salah seorang warga Pulau Punjung dengan nada kecewa.
Warga berharap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan audit total terhadap proyek jalan lingkar dan area parkir DPRD Dharmasraya, guna memastikan kemana sebenarnya dana publik tersebut mengalir.
Masyarakat Menunggu Kepastian Kini publik menunggu kejelasan: Apakah proyek ini sekadar gagal konstruksi akibat perencanaan buruk, atau justru terselubung permainan anggaran yang dirancang rapi oleh pihak tertentu di lingkungan DPRD?
Hingga berita ini diterbitkan, pihak DPRD Dharmasraya dan penanggung jawab proyek belum memberikan hak jawab resmi.
Tim MEDIABUSER.CO.ID akan terus menelusuri dan membuka fakta-fakta baru dibalik proyek bernuansa misteri ini. (BsC)
