Mengaku Wartawan Bermodal Kartu Pers Tanpa Karya Jurnalistik Mengejar Panggung Popularitas

JAKARTA, RJNPOS.COM – Arfendy CFLE Ketua Umum Pendiri RJN menjelaskan tentang Fungsi Tugas Jurnalistik : Wartawan berkualitas adalah seorang jurnalis yang memiliki kompetensi, integritas, dan dedikasi dalam menjalankan tugas peliputan berita. Selasa, (8/7/2025)
Mereka tidak hanya menghasilkan berita yang akurat dan berimbang, tetapi juga menjaga etika jurnalistik dan berkontribusi kepada redaksi peningkatan kualitas informasi bagi publik.
Jangan mengaku wartawan kalau tidak pernah mempunyai karya tulis atau mencari berita.
Wartawan berkualitas memiliki kemampuan riset yang mendalam, analisis yang tajam, dan keterampilan komunikasi yang baik. Mereka mampu mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan informasi secara efektif dan efisien.
Jurnalis yang berkualitas menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, menghindari bias, dan tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu. Mereka berpegang teguh pada prinsip kebenaran, objektivitas, dan keadilan dalam pemberitaan.
Wartawan berkualitas memiliki semangat untuk menyajikan berita yang bermanfaat bagi masyarakat. Mereka tidak hanya mengejar sensasi, tetapi juga berupaya memberikan informasi yang mendalam, relevan, dan akurat.
Di era digital, wartawan berkualitas juga harus mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam menjalankan tugasnya. Hal ini mencakup penggunaan media sosial, platform online, dan berbagai tools digital untuk riset, peliputan, dan penyebaran berita.
Jurnalisme berkualitas berkontribusi pada terciptanya kepercayaan publik terhadap media dan informasi yang disajikan.
Kartu pers di tangan, kerja hanya duduk di kedai kopi. Tidak pernah terbaca hasil karya menulis rilis berita.
Padahal kerja paling dasar seorang wartawan, media cetak atau media online sejenis, adalah menulis.
Nyatanya, masih ada oknum-oknum tertentu tidak paham kerja ini, tetapi mengaku wartawan. Harusnya mereka sadar diri.
Karena kasihan dengan wartawan yang benar-benar bekerja. Turun lapangan, meliput berita. lalu meracik hasil liputan menjadi karya menulis jurnalistik hingga enak dibaca para pembaca.
Yang terpenting, hasil karya jurnalistik itu, dapat membantu menggerakan roda pembangunan daerah.
Loh, apa awak media bisa membantu menggerak roda pembangunan daerah,,? Ya jelas – jelas bisalah, karena tanpa disadari, hasil karya jurnalistik dapat mempromosikan suatu daerah, agar dikenal hingga nasional.
Biasanya seorang wartawan tidak akan ingin dikenal wajahnya, melainkan dikenal karya nyata jurnalistiknya.
Jadi, kembali kepada permasalahan awal, tentang wartawan tidak pernah menghasilkan karya nyata jurnalistik.
Bagaimana nasib suatu daerah,,? Mungkin, seharusnya informasi daerah dipublikasi ditangan wartawan tidak bisa menghasilkan karya nyata ini, menjadi sia-sia. Bukan hanya merugikan masyarakat dan daerah, wartawan profesional tetap kena imbas.
Mengingat wartawan profesional tidak akan pernah mencari panggung, selain terus menghasilkan karya nyata jurnalistik.
Sebaliknya wartawan tidak pernah berkarya, mereka akan mengejar panggung itu saja.
Dengan segala cara, menjual atas nama wartawan profesional, atau nama masyarakat daerah.
Loh, apa awak media bisa membantu menggerak roda pembangunan daerah,,? Ya jelas – jelas bisalah, karena tanpa disadari, hasil karya nyata jurnalistik dapat mempromosikan suatu daerah, agar dikenal hingga Nasional.
Biasanya seorang wartawan tidak akan ingin dikenal wajahnya, melainkan dikenal karya nyata jurnalistiknya.
Jadi, kembali kepada permasalahan awal, tentang wartawan tidak pernah menghasilkan karya nyata jurnalistik.
Bagaimana nasib suatu daerah,,? Mungkin, seharusnya informasi daerah dipublikasi ditangan wartawan tidak bisa menghasilkan karya ini, menjadi sia-sia.
Bukan hanya merugikan masyarakat dan daerah, wartawan profesional tetap kena imbas.
Mengingat wartawan profesional tidak akan pernah mencari panggung, selain terus menghasilkan karya nyata jurnalistik.
Sebaliknya wartawan tidak pernah berkarya, mereka akan mengejar panggung itu. Dengan segala cara, menjual nama wartawan Profesional, atau nama masyarakat daerah.
Cara terbaik, agar wartawan tidak pernah berkarya ini, tidak terus berkembang biak,,? Wartawan berkarya aktif sebaiknya menjauhi mereka.
Masyarakat dan daerah pun harus melakukan hal serupa. Sebab wartawan tidak pernah berkarya ini, bagai duri dalam daging.
Suatu saat akan menjadi musuh. Mengingat wartawan tidak pernah berkarya, mereka sudah putus urat malu.
Dengan putusnya urat malu, jelas mereka tidak pernah sungkan mengganggu siapa pun.
Maka, masyarakat suatu daerah, jangan beri tempat wartawan tidak bisa menghasilkan karya nyata jurnalistik.
Percuma, tidak akan menguntungkan, bahkan mirisnya lagi malah akan merugikan wartawan lain yang benar – benar berjiwa wartawan profesional. Menulis : Arfendy CFLE
