KETUA UMUM RJN MOTIVASI : MENYIMPAN KESOMBONGAN DAN MENUMBUHKAN KERENDAHAN HATI
ARFENDY KETUA UMUM RJN Bersatu dengan WILSON LALENGKE KETUM PPWI membangun Wawasan dan Pendidikan Jurnalistik.
Menyimpan kesombongan dengan baik berarti menyadari bahwa tidak ada yang pantas dibanggakan secara berlebihan di dunia ini.
Di atas setiap pencapaian atau kelebihan yang kita miliki, selalu ada orang lain yang lebih hebat.
Dan pada hakikatnya, segala sesuatu yang kita miliki — harta, ilmu, kedudukan, maupun kemampuan — hanyalah titipan dari Tuhan yang dapat diambil kembali kapan saja.
Cara Praktis Mengelola Ego dan Sombong
1. Evaluasi Diri (Muhasabah)
Lakukan perenungan secara berkala: Sadari bahwa kelebihan yang dimiliki bukan semata hasil usaha sendiri, melainkan anugerah. Bisa saja hari ini dimiliki, esok hari tidak lagi ada dalam genggaman.
2. Perbanyak Rasa Syukur
Alihkan pandangan dari membandingkan diri dengan orang yang berada di bawah kita. Sebaliknya, lihatlah mereka yang memiliki kelebihan lebih banyak agar kita merasa masih memiliki banyak hal untuk dipelajari dan ditingkatkan.
3. Latih Empati dan Sikap Rendah Hati Biasakan mendengarkan pendapat orang lain tanpa merasa paling benar.
Terima kritik sebagai cermin untuk memperbaiki diri, bukan sebagai serangan pribadi yang harus dibalas.
4. Ingat Hakikat Manusia
Setiap orang dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan.
Tidak ada manusia yang sempurna sepenuhnya. Kekurangan orang lain bukan alasan untuk merasa lebih unggul.
Cara Menghilangkan Sifat Sombong dari Dalam Diri
Untuk mengikis sifat ini hingga ke akarnya, langkah-langkah mendalam yang bisa diterapkan:
Ubah Cara Pandang Terhadap Kepemilikan Pahami bahwa segala yang kita banggakan bukan milik mutlak. Bahkan tubuh dan nyawa sendiri pun bukan kekuasaan penuh kita.
Kesadaran ini akan menurunkan rasa ingin dipuji dan dihormati secara berlebihan.
Perbanyak Interaksi dengan Berbagai Kalangan
Bergaullah dengan orang dari latar belakang, pekerjaan, dan kondisi ekonomi yang beragam.
Ini mengajarkan bahwa nilai seseorang tidak diukur dari apa yang dimiliki, melainkan dari akhlak dan manfaat yang diberikannya kepada sesama.
Amalkan Ilmu dan Kemampuan untuk Berbagi
Kelebihan akan menjadi beban jika hanya disimpan sendiri. Gunakan harta, ilmu, atau kedudukan untuk membantu orang lain.
Semakin bermanfaat bagi sesama, semakin hati akan terasa ringan dan menjauh dari rasa ingin diakui semata.
Selalu Ingat Awal dan Akhir Kehidupan Manusia dilahirkan tanpa membawa apa-apa, dan akan meninggalkan dunia juga tanpa membawa apa-apa selain amal perbuatan.
Kesombongan tidak akan menambah usia, tidak melenyapkan kesusahan, dan tidak mengangkat derajat di hadapan Tuhan.
Jauhi Lingkungan yang Membesar-besarkan Diri
Kurangi pergaulan atau situasi yang terus-menerus memuji secara berlebihan hingga membuat lupa diri. Dekatilah orang-orang yang jujur menegur dan mengingatkan ketika sikap mulai menyimpang.
“Kerendahan hati bukan berarti merendahkan diri sendiri, melainkan menempatkan diri pada posisi yang wajar — tidak terlalu tinggi hingga sombong, tidak terlalu rendah hingga merasa tidak berharga.”
