Jalan Rusak, Debu Menggila, Negara Absen: Warga SP V Muaro Sopan–Sopan Jaya Terjebak di Jalan Harapan Palsu

DHARMASRAYA, RJNPOS.COM — Kondisi memprihatinkan Jalan Raya SP V lintas Nagari Muaro Sopan dan Nagari Sopan Jaya, Kecamatan Padang Laweh, Kabupaten Dharmasraya, kian memicu keresahan publik.
Bertahun-tahun rusak parah tanpa perawatan memadai, jalan ini kini menjadi simbol keluhan warga yang tak kunjung dijawab negara.
Hasil pantauan langsung tim investigasi media, Minggu (18/1/2026), menunjukkan kondisi jalan yang jauh dari kata layak. Badan jalan dipenuhi lubang menganga, batu menonjol, permukaan bergelombang, serta minim rambu peringatan.
Situasi ini tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan setiap hari. Perwakilan masyarakat setempat, Bj Afrizon, menyampaikan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga, petani, dan angkutan ekonomi masyarakat.
Namun ironisnya, kondisi jalan justru semakin memburuk tanpa sentuhan serius dari pemerintah daerah.
“Jalan ini bukan baru rusak. Sudah lama. Tapi seolah hanya dibiarkan. Lubang di mana-mana, batu timbul di badan jalan, susah dilewati, apalagi malam hari,” ungkap Bj kepada tim investigasi media.
Debu Tebal, Ancaman Kesehatan Warga Persoalan tidak berhenti pada kerusakan fisik jalan.
Saat musim panas, aktivitas kendaraan berat milik PT. SAK serta mobil pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) memicu debu tebal beterbangan, menyelimuti pemukiman warga di sepanjang jalur tersebut.
Kondisi ini dinilai membahayakan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia. Namun hingga kini, tidak terlihat upaya serius pengendalian debu, baik dari perusahaan maupun pemerintah daerah.
“Kalau panas, debunya parah. Rumah kami tertutup debu, anak-anak batuk. Kami ini masyarakat kecil, siapa yang peduli?” keluh warga kepada media.
Pertanyaan Kritis Warga: Negara ke Mana?
Keresahan masyarakat memunculkan pertanyaan mendasar: sampai kapan jalan ini dibiarkan rusak, dan kepada siapa lagi warga harus mengadu?
Warga menilai, kondisi ini mencerminkan lemahnya perencanaan dan pengawasan pembangunan infrastruktur daerah. Jalan yang menjadi urat nadi ekonomi justru terkesan ditelantarkan, tanpa kepastian waktu perbaikan.
“Kami hanya ingin jalan yang layak. Kapan diperbaiki? Kalau tidak, ke siapa lagi kami mengadu?” ujar warga dengan nada kecewa.
Pemda dan DPRD Diminta Jangan Tutup Mata Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, khususnya Dinas PUPR, untuk segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.
Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup diminta bertindak tegas dengan menginstruksikan perusahaan yang melintas aktif melakukan penyiraman jalan menggunakan mobil water tank guna menekan dampak debu.
Tak kalah penting, warga berharap DPRD Kabupaten Dharmasraya sebagai wakil rakyat tidak hanya diam, tetapi aktif melakukan pengawasan, memanggil pihak terkait, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Kami berharap tahun 2026 ini ada tindakan nyata. Jangan lagi janji. Jangan lagi menunggu,” tegas Bj Afrizon, Mardi serta warga juga mengatakan, apakah daerah kami ini akan dijadikan anak tiri, ujarnya.
Dan ia juga mengatakan ketika hujan jalan tersebut debu menjadi Lumpur jalan an, ungkap warga.
Sepertinya sering terjadi ban mobil bocor karena hasil pengaspalan jalan dengan coran oleh Perusahaan PT. SAK menimbulkan besi Yang mengakibatkan besi tersebut menusuk kendaraan masyarakat pemakai manfaat jalan tersebut tambahnya.
Menunggu Jawaban Pejabat
Hingga berita ini diturunkan, agar hal ini menjadi bahan perencanaan dan tanggapan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya,
Beserta Dinas Lingkungan Hidup, maupun pihak perusahaan terkait kondisi jalan dan dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait sesuai dengan prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik. (BsC)
