Aksi Damai Warga Komplek Pinisi & Trimaran Permai 3 Kecewa Menolak Kenaikan AIR/IPL Sepihak Pengelola Bukan Penentu Kebijakan Kami Menuntut Penyelesaian Secara Baik…!!

JAKARTA, RJNPOS.COM   – Ketika Tim Redaksi Konfirmasi Kepada bernisial Y dan SR sebagai Penghuni kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) menjelaskan terkait Pembayaran air/IPL ditolak justru minta bayaran langsung ke rekening yang lama Ungkapnya SR  Penghuni kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Rabu (14/1/2026). 

Warga niat baik mau bayar Air Tagihan, Ditolak Mandara Permai, justru disuruh Bayar Pakai Rekening yang lama.

Warga Pinisi & Trimaran Permai 3 Menolak Kenaikan AIR/IPL Sepihak Pengelola Bukan Penentu Kebijakan Kami Menuntut Penyelesaian Dengan sebaik-baiknya harapan warga Pinisi dan Trimaran Permai 3.

Aksi damai yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.00 WIB tersebut dipicu oleh air Dan 170% rencana sepihak developer menaikkan Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL) secara drastis di tengah kualitas pelayanan yang dianggap buruk.

Kurang lebih ada 200 warga penghuni atau pemilik rumah yang berkumpul, dan banyak dari mereka sudah lanjut usia.

Mereka menyatakan merasa keberatan atas kebijakan sepihak yang menaikkan tarif IPL yang dikatakan naik dari Rp 1.700 per meter persegi menjadi Rp 4.000 hingga Rp 4.400 per meter persegi. Kenaikan yang mencapai hampir 170 persen tersebut dinilai sangat memberatkan dan tidak masuk akal.

Pelayanan Mengecewakan Salah satu penghuni, Mr. Y, menyatakan bahwa tuntutan warga didasari oleh buruknya kualitas pelayanan manajemen lingkungan saat ini. 

Ia mengklaim tingkat kepuasan warga terhadap fasilitas di bawah pengelolaan PT. Mandara Permai hanya mencapai 20 persen.

“Pengangkutan sampah terkadang terlambat hingga dua hari, bahkan pembersihan drainase seringkali harus kami lakukan secara mandiri. 

Tidak ada peningkatan fasilitas, namun iuran justru melonjak drastis,” ujar Mr. Y kepada Awak Media. Ia juga menyayangkan ketiadaan jaminan peningkatan kualitas layanan dari pihak pengembang meskipun tarif dinaikkan.

Hal serupa disampaikan oleh penghuni lainnya, Miss S, yang menyoroti kualitas air bersih. Ia mengeluhkan kondisi air yang tidak higienis serta tarif air yang turut merangkak naik. “Kami pernah menemukan organisme menyerupai cacing pada aliran air di rumah, padahal biaya air juga naik,” ungkapnya.

Tuntut Pemisahan Tagihan tujuan warga mendangi kantor Mandara Permai, berniat baik mau bayar tagihan air, Selain menolak kenaikan tarif, warga mendesak PT. Mandara Permai untuk memisahkan bukti pembayaran (invoice) antara tagihan IPL dan tagihan air. 

Selama ini, kedua komponen tersebut disatukan dalam satu paket tagihan (bundling).

Warga Pantai Indah Kapuk takut tidak bayar air Sistem pembayaran tunggal ini menyulitkan warga yang ingin tetap melunasi tagihan air namun menolak membayar kenaikan IPL. 

“Kami memiliki niat baik untuk membayar air, namun sistem paket ini menyulitkan kami yang sedang memprotes kenaikan IPL. 

Kami minta tagihan tersebut dipisahkan agar transparansi terjaga,” tegas Miss S.

Kondisi Ekonomi Sulit Mr. Y menambahkan bahwa pihak pengembang seharusnya mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tidak menentu. 

Ia berharap pengembang memiliki empati dan tidak sekadar mengejar keuntungan komersial semata.

Hingga berita ini diturunkan, warga tetap pada pendiriannya menolak kenaikan IPL yang dianggap tidak masuk akal tersebut, mengingat pelayanan yang diberikan saat ini dinilai masih jauh dari standar maksimal. (TEAM)