Tumpukan Material Jalan Lingkar DPRD Dharmasraya Jadi Sorotan Publik: Dugaan Gagal Perencanaan dan Atau Anggaran Dimainkan Oknum Aparat “Siluman”

DHARMASRAYA, RJNPOS.COM — Proyek pembangunan dan perawatan jalan lingkar serta area parkir Kantor DPRD Kabupaten Dharmasraya kembali menuai sorotan tajam.
Tumpukan material yang dibiarkan berserakan informasi sejak tahun anggaran 2023 hingga kini, di era pergantian anggota dewan periode 2025, kian memperkuat dugaan gagalnya perencanaan.
Material Mangkrak Dua Tahun, Wajah DPRD Tercoreng
Alih-alih memberikan kenyamanan dan memperindah fasilitas wakil rakyat, tumpukan material yang terbengkalai justru memperburuk citra DPRD Dharmasraya. Sejumlah tokoh masyarakat mengaku kecewa sekaligus resah dengan kondisi tersebut.
“Dari tahun 2023 sampai sekarang yang ada hanya tumpukan material. Pekerjaannya tidak terlihat sama sekali. Publik tentu bertanya, kemana perginya dana perawatan dan pembangunan itu?” ungkap seorang tokoh masyarakat kepada Mediabuser.co.id, Senin (28/7/2025).
Dugaan “Anggaran Siluman” Jadi Tanda Tanya Publik
Bukan hanya soal material yang mangkrak, isu lebih serius pun merebak. Masyarakat menduga adanya praktik penyalahgunaan anggaran di balik proyek yang tak kunjung selesai ini.
“Kami menduga ada yang tidak beres. Anggaran bisa saja dialihkan oleh oknum pelaksana dan PPK ke pos lain.
Kalau benar demikian, berarti ada indikasi penyalahgunaan yang harus diusut aparat penegak hukum,” tegas tokoh masyarakat lainnya.
Konfirmasi Pejabat Berulang Kali Gagal
Upaya konfirmasi kepada Kabag Umum DPRD Dharmasraya, Yusrizal, terkesan berliku. Saat dihubungi via telepon, ia beralasan sedang berada di Padang dan berjanji akan bertemu pada Jumat (23/7/2025). Namun ketika awak media mendatangi ruang kerjanya, ia justru tak berada di tempat.
“Pak Kabag keluar jemput anaknya,” terang Seorang Staf Di Kantor Tersebut. Upaya lanjutan melalui telepon dan WhatsApp pun tak kunjung mendapat jawaban hingga berita ini diterbitkan.
Desakan Transparansi Makin Menguat Kondisi ini membuat publik semakin mendesak agar DPRD Dharmasraya dan pihak terkait bersikap terbuka serta memberikan penjelasan resmi.
“Jangan biarkan masyarakat terus menduga-duga. DPRD harus transparan dan bertanggung jawab. Jika benar ada permainan anggaran, segera ungkap dan tindak tegas pelakunya,” ujar salah seorang warga di kawasan Pulau Punjung.
Kini, Masyarakat Menunggu Kepastian: Apakah Proyek Jalan Lingkar Dan Parkir DPRD ini murni akibat gagalnya perencanaan, atau justru terselubung permainan anggaran yang berbalut rapi?, ungkapnya para tokoh.
Sehingga berita ini ditulis berdasarkan fakta-fakta menarik perhatian publik. (BsC)
