“SUCCESSION” PLT KADIS PENDIDIKAN KOTA SORONG : …. “Antara yang lama dan yang baru bukan karena motivasi konspirasi pengejaran MAMMON”. 

SORONG KOTA, RJNPOS.COM – Bagi saya yang bukan lagi guru aktif kini, tentu bukan masalah Privasi. Namun, Scra Moral saya tentu merasa terbeban secara Psiches.

Karena rasa solider terhadap “emosi para guru yang memiliki hati nurani yang mulia dalam hal Pengabdian Guru Profesional”. 

Apa bila mereka “memiliki sosok Pemimpin Elit yang tidak berkompetensi dan layak dalam upaya pengembangan Amanat Tugas Pokok dan Fungsi Kadis Pendidikan Kota Sorong khususnya”. 

Dari sudut penilaian dan pertimbangan saya, memang sudah sewajarnya Plt yang lama harus diganti segera. Itu tentu cukup beralasan kuat. 

Namun, sosok yang mengganti kan pun “harus berbobot dari Aspek Etos Dan Prestasi kerja”. “Bukan sekedar berubah identitas personal dalam struktur kepemimpinan instansional.

Dan juga, “bukan pula sekedar mengisi lowongan kesempatan dalam kesempitan (oportunisasi visi dan misi konspirasi). 

Sebab, Menurut saya bahwa “di lingkungan Kantor Dinas Pendidikan Kota Sorong akhir-akhir ini sedang mengalami KRISIS MANAJEMEN PENDIDIKAN YANG BENAR”. 

Justru itulah; Maka Sosok Pimpinan Elit nomor 1(Plt kadis) dan nomor 2 (Sekretarisnya) “harus tokoh-tokoh Reformis Yang Layak Dan Profesionalis.

Supaya secara struktural administrasi dan secara fungsional akademis, terjadi “restorasi yang signifikan di semua lingkup”. 

Sehingga, terwujudlah “Good Instansional yang diharapkan semua pihak di Kota Sorong.

Semua pihak tentu selalu berharap bahwa pendidikan di Kota Sorong “haruslah berkualitas dan profesional serta trampil dalam kinerja bagi generasi muda masa kini”. 

Bahwa salah satu dampaknya adalah “jika pemimpin – pemimpin  elitnya memiliki kompetensi dan kelayakan khusus”. 

Antara lain; “jika memiliki nilai – nilai INTEGRITAS MORAL, KREDIBELITAS, KAPABILITAS, dan AKUNTABELITAS” dalam kepemimpinannya. 

Jangan hanya fokus berpikir dan bermimpi dalam hal upaya PENGEJARAN MAMMON…”. Sebab, kita harus tahu bersama bahwa di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Sorong selama ini “banyak lumbung Proyek Pendidikan yang sangat menggiurkan nafsu serakah.

Apa lagi kini dengan adanya “Launching Aksi Program Pendidikan Gratis versi Kota Sorong.

Tentu mengundang “atensi dan obsesi niat membangun konspirasi kepentingan bersama dalam meraih properti profitisme.

Menurut saya, jika semua pihak berharap Program Pendidikan Gratis berjalan sesuai koridor misi mulianya. 

Maka struktur instansionalnya, harus personil yg benar pada posisi tsb. Terutama “posisi jabatan Plt dan sekretarisnya HARUS SOSOK YANG TEPAT”. Kini, jika ada orang yang bertanya kepada saya.

Demikian, “apakah wujud sosok yang sekarang sedang dipercayakan antara Plt dan Sekretarisnya itu orang yang tepat ?”. 

Jawabannya “adalah masih belum tepat juga?”. Mungkin, dianggap “ukuran yang subyektif.

Tapi, bagi saya tentu ada sejumlah alasan obyektifnya.

Namun, lebih tepat jika kita sedang berada pada satu formasi kajian dan  momentum yang disebut “propert and test” calon – calon pemimpinnya. 

Di ranah itulah,  para team penguji dan para calon pemimpin nya bisa berdialog.

Sebab, kedua figur tersebut adalah  para PNS yang  sudah beberapa waktu lamanya bekerja di lingkungan Pemerintahan Kota Sorong. 

Tentu, banyak pihak sudah tahu dan mengenal “tape and record masing-masing.

Bagaimana nilai2 raport kerja mereka slma ini?”. 

Apa kah lebih banyak nilai  biru atau nilai merah?”. 

Itu, “sangat bergantung pada penglihatan dan penilaian obyektif Sang Kepala Daerah di Kota Sorong dan Team Kajian nya yang profesional”. (TIM/RED).