Ratusan Warga Sepatan Demo SMKN 2 Tangerang, Suarakan Aspirasi Pendidikan yang Berkeadilan

TANGERANG, RJNPOS.COM – Sejumlah warga dari Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, menggelar aksi penyampaian aspirasi secara damai di depan SMK Negeri 2 Kabupaten Tangerang, Selasa (15/7).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas proses Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2025/2026 yang dinilai belum mencerminkan keadilan bagi calon siswa yang berdomisili di sekitar sekolah.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut diikuti oleh para orang tua calon peserta didik, tokoh masyarakat, pengurus lingkungan setempat (RT/RW), serta sejumlah organisasi kemasyarakatan dan insan pers. Mereka menyuarakan harapan agar prinsip zonasi yang menjadi dasar kebijakan PPDB dapat diterapkan secara konsisten dan adil.
“Kami merasa perlu menyampaikan aspirasi ini secara langsung. Banyak anak dari wilayah kami yang tidak diterima, padahal lokasi tempat tinggalnya sangat dekat dengan sekolah,” ungkap Ibu Nurhasanah, salah satu orang tua calon peserta didik.
Warga menyampaikan bahwa adanya sejumlah calon siswa dari luar kecamatan yang diterima di SMKN 2 menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan akurasi sistem seleksi yang diterapkan. Oleh karena itu, mereka meminta Dinas Pendidikan Provinsi Banten melakukan evaluasi dan membuka hasil seleksi secara terbuka agar publik mendapatkan kepastian dan kejelasan.
Aksi tersebut berjalan dengan tertib dan kondusif berkat pengawalan aparat keamanan yang sigap menjaga situasi. Meski sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar area sekolah, kegiatan berlangsung damai dan dalam koridor hukum yang berlaku.
Sampai dengan diterbitkannya siaran pers ini, pihak SMK Negeri 2 Kabupaten Tangerang maupun Dinas Pendidikan Provinsi Banten belum memberikan pernyataan resmi. Masyarakat Kecamatan Sepatan berharap agar keluhan ini dapat segera ditindaklanjuti melalui dialog yang terbuka dan solutif.
“Kami berharap adanya kebijakan yang mengedepankan rasa keadilan dan berpihak pada masyarakat sekitar. Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa,” ujar salah satu koordinator aksi.
Masyarakat menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen menjaga ketertiban dan akan terus mengikuti perkembangan secara aktif demi terwujudnya sistem pendidikan yang adil, inklusif, dan transparan di Kabupaten Tangerang.
Imron, R. Sadewo (Bocah Angon) – Tim
