Proyek Jembatan Belly Miliaran Diduga Gagal Kontruksi: Viral Diberitakan di Perbaiki Pakai Plaster

SAMBAS, H&K CYBER – Proyek Pembangunan Jembatan Belly dengan anggaran miliaran rupiah, kini menjadi sorotan serius. Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Sambas yang di kerjakan oleh CV. HIJRAH tersebut sebelumnya diberitakan hingga saat ini, mengalami sejumlah persoalan pada hasil pekerjaan. Rabu (26/08/2026)

Proyek pekerjaan Jembatan yang baru seumur jagung telah diresmikan oleh Bupati Satono bertepan di Jalan Ramayadi, Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas – Kalimantan Barat. Bukan dilakukan evaluasi dan pembenahan secarah menyeluruh, justru diduga hanya mendapat perbaikan pada bagian yang sebelumnya mengalami kerusakan parah pada beton antara oprite dan abudmen dengan cara hanya di plaster atau ditambal menggunakan adukan semen.

Namun, dari hasil investigasi dilapangan pada Sabtu 22 Agustus 2026 pukul 16.14 Sore, mengungkapkan kenyataan berbeda. Struktur fisik jembatan tersebut beton terlihat masih perbaikan yang lama, hanya di plaster atau dioleh adukan semen atau di poles tidak adanya tanda tanda perawatan serta masih ada keretakan antara oprit dan abudmen.

Tanggapan Naramber (Warga)

Seingat saya tidak ada pihak dinas sampai saat ini untuk meninjau atau memperbaiki jembatan ini pak.

“Setahu saya saat itu, memang ada beberapa pekerja datang untuk perbaikan yang rusak. Tapi hanya ditambal bagian yang retak,” ucapnya.

Lanjutnya, kalau saya menilai perbaikan hanya di tambal seperti itu, apakah bisa menjamin ketahanannya?

“Lagi pula jembatan ini satu satunya akses penghubung untuk warga berpergian kerja dan membawa hasil kebunnya, belum lagi yang lewat Trak yang membawa kelapa maupun mobil roda empat dan motor melewati jembatan tersebut,”ujarnya kepada awak media.

Begitu juga, Kandar masyarakat setempat yang sering melintas di lokasi proyek jembatan tersebut, mengungkapkan kekecewaannya dengan kualitas pekerjaan hasil yang jauh dari harapan masyarakat.

“Ini proyek menggunakan “Uang Rakyat” dari pajak, tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Kami meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kontraktor, karena kami menduga adanya penyimpangan dan sarat dengan unsur korupsi,” ungkapnya dengan nada kesal saat dimintai tanggapan oleh awak media.

Kekecewaan warga mereka menilai, lemahnya pengawasan dari pihak pihak terkait sehingga membuka peluang terjadinya penyimpangan.

Selain itu, kualitas material yang patut dipertanyakan. Karena proyek pekerjaan jembatan belum setahun sudah mengalami kerusakan sangat parah sebelum adanya perbaikan.

“Kalau pekerjaan terburu-buru dan terkesan asal-asalan tentu dianggap adanya indikasi adanya pelanggaran dalam proyek yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp kepada Dinas Kabid PUPR Padli, terkait pemberitaan bahwa ia mengintruksiakan agar pelaksana segera melakukan tindakan perbaikan dan bahwa sudah selesai di perbaiki dan teruji kokoh. Namun, tidak direspon hanya dibaca dan di lihat. (TIM/RED)