Peran Hutan Mangrove dan solusi mengatasi masalah banjir rob di Belitung.

TANJUNGPANDAN, RJN – Rata rata perkampungan di Kabupaten Belitung dibangun di sisi atau daerah yang dekat dengan garis pantai. Lalu ada beberapa wilayah yang seringkali mendapat limpahan air laut (banjir rob) di musim angin barat, seperti Juru Seberang, Kampung Amau, Tanjungpendam, atau kawasan lainnya di Kabupaten Belitung.

Kejadian yang terjadi di Gusong Bugis Desa Juru Seberang (17 Des 2024) pun merupakan contoh nyata dampak banjir rob yang terjadi karena pengaruh angin muson barat. Permukaan air laut yang sudah lebih tinggi dari pantai menyapu serta menggenangi daratan pesisir.

Apabila disana tidak memiliki ekosistem hutan mangrove, maka dampak dari banjir rob yang datang akan semakin parah disertai dengan erosi.

Disinilah fungsi dari pelestarian hutan mangrove menjadi sangat penting. Apabila sudah tidak ada, maka kondisi tidak akan berbeda daripada Kampung Amau yang mendapatkan banjir rob dengan tingkat kerusakan yang lebih tinggi.

Oleh karena itu menjadi sangat penting bagi pemerintah ataupun masyarakat mengambil tindakan yang paling bijaksana mengenai hal ini.

Pihak pemerintah harus segera mendorong pengembangan infrastruktur yang tahan banjir dan ramah lingkungan untuk mengurangi dampak banjir rob.

Sedangkan bagi masyarakat ditekankan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan, khususnya yang tinggal di sekitar area yang memiliki ekosistem hutan mangrove.

Marwandi selaku pengelola Kawasan HKM Gusong Bugis di Desa Juru Seberang memberikan saran kepada pihak pemerintahan sebagai upaya preventif menghadapi banjir rob.

“Mulai sekarang pemerintah harus mengelola wilayah pesisir dalam pola pembangunan berkelanjutan disertai upaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Contohnya seperti budidaya Silvofishery atau sistem pertambakan tradisional yang menggabungkan penanaman mangrove dengan usaha perikanan. Kegiatan seperti itu akan meningkatkan budidaya tanaman dan pemeliharaan ekosistem yang dapat berguna untuk mengurangi risiko banjir rob disaat angin barat.” Ujar Wandi kemudian.

Semoga dengan kejadian terakhir di tahun ini, kita semua baik pemerintah maupun masyarakat akan lebih menghargai lagi tentang pentingnya ekosistem. (Julian Aditya)