Macan Asia Mengaum , Kedigjayaan Naga Hilang Tergusur Pagar Laut Misterius

Oleh : Syarifuddin (Bocah Angon)
-Wakil Ketua Umum II FRJRI
-Wakil Ketua Bidang Pengawas Internal RJN

Minggu 19 Januari 2025
TANGERANG, ruangjurnalisnusantara.com – Persoalan yang sekarang ini sedang sorotan publik dan menjadi salah satu isu Nasional, pasalnya Proyek PIK 2 dan misteri Pagar Laut misterius sepanjang 30,16 KM, muncul di Pantai Utara Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, menimbulkan pro dan kontra serta unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat, hususnya warga Banten.

Keberadaan Pagar Laut Misterius sepanjang 30,16 KM , dari mulai wilayah Pakuhaji sampai Desa Muncung Kecamatan Kronjo, membuka tabir misteri antara Proyek PIK 2 dengan Proyek Strategis Nasional (PSN).

PSN yang sejatinya demi kepentingan Bangsa dan Negara disabotase oleh kepentingan pribadi dan golongan tertentu, sehingga bukan saja merugikan warga setempat namun berpotensi merugikan Bangsa dan Negara.

Proyek PIK 2 yang dikembangkan oleh Agung Sidayu Grup, menimbulkan isu yang sekarang ini berkembang , dari mulai perusakan lingkungan, dugaan oknum Kades yang menjadi calo jual beli tanah yang terkena abrasi, sampai pembebasan lahan yang dinilai semena mena, sampai Tembok Laut Misterius sepanjang 30,16 KM di Pantai Utara ( Pantura ) Kabupaten Tangerang Provinsi Banten.

Melihat dari ramainya pemberitaan di Media Online dan TV Online, sudah dapat disimpulkan siapa Aktor dibelakang Tembok Laut misterius tersebut dan Oknum oknum pejabat didalamnya termasuk para Kades yang wilayahnya terkena pembebasan untuk PIK 2, mengingat tembok laut tersebut menyerap anggaran yang cukup besar, diperkirakan puluhan miliar, tidak mungkin itu dilakukan atas dasar swadaya masyarakat, walaupun ada salah satu Oknum pegawai Desa yang mengaku perwakilan nelayan Pantura dalam salah satu Acara TV, konon katanya untuk mencegah abrasi dan budidaya kerang hijau, jadi sangatlah aneh jika para Kades tidak mengetahui pembangunan Pagar Laut misterius itu.

Dalam tayangan salah satu media TV Online beberapa hari ini viral, memberitakan salah satu Oknum Kades menjadi calo jual beli tanah, itu fakta yang memang tidak bisa dipungkiri, termasuk jual beli tanah yang terkena abrasi, kalau melihat panjangnya Tembok Laut Misterius itu, diduga semua Kades yang Desa terkena Proyek PIK 2 melakukan perbuatan itu, sehingga menjadi salah satu sebab dibangunnya Tembok Laut Misterius yang sekarang ini sedang dilakukan pembongkaran oleh TNI AL atas Instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, karena bukan saja tidak memiliki ijin, yang pasti merusak ekosistem laut, merugikan warga setempat yang berprofesi sebagai nelayan sebagai sumber penghasilan mereka, yang lebih parahnya lagi ada upaya menghilangkan budaya kearifan lokal yang diwariskan turun temurun, apakah pantas disebut Proyek Strategis Nasional (PSN)?…

Indonesia sekarang ini tidak seperti yang dulu, setelah Orde Baru turun tahta, dikenal dengan sebutan Macan Asia yang sedang tertidur, di Era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ini, Macan Asia sudah terbangun dari tidur panjangnya, untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI, gerak cepat serta ketegasan beliau patut diacungi jempol, ” Macan Asia Mengaum, Kedikjayaan Naga Hilang Tergusur Pagar Laut Misterius “, istilah itu mungkin tepat untuk ketegasan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Rakyat kini tinggal menunggu hasil Ahir, proses hukum terhadap Aktor, Sutradara serta Produser dalam Sinetron PIK 2 Berkedok PSN, yang sekarang ini masih sembunyi dibelakang layar, semoga Tembok Laut Misterius bisa dijadikan petunjuk serta menjadi pembuka tabir misteri , untuk segera melakukan proses hukum bagi semua yang terlibat didalamnya, termasuk Oknum oknum Kades yang menjadi calo jual beli tanah abrasi disepanjang jalur tembok misterius di Pantai Utara Kabupaten Tangerang.

(Red)