Membangkitkan kembali kejayaan Cukuh Bandakh Lima melalui Tangan M. Saleh Asnawi.

TANGGAMUS, RJN – Cukuh Bandakh Lima sebuah nama rencana pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) yang telah terbentuk awal tahun 2024 ini di kabupaten Tanggamus Lampung. Terdiri dari 5 (lima) kecamatan yakni Kecamatan Cukuh balak, kecamatan Limau, kecamatan Bulok, kecamatan Kelumbayan dan kecamatan Kelumbayan Barat.

Secara geografis Bandakh Lima berada diujung Selatan Pulau Sumatera, memilki Pantai yang indah, lautnya tenang bagaikan kaca, bukit yang subur dan sungai yang jernih, disanalah sekelompok manusia telah memilih tempat tinggal, hidup dengan dengan kekayaan alam sekitarnya, bercocok tanam, bertani dan Nelayan.

Dimasa lalu daerah ini terkenal sebagai penghasil Cengkeh namun dengan meredupnya primadona andalan masyarakat ini, generasi muda nya meninggal potensi pertanian, kini banyak beralih profesi menjadi nelayan ikan tangkap karena mereka sadar daerah ini memiliki panjang Pantai lebih dari 200 Km sehingga diharapkan memberi keberlimpahan untuk menekan angka kemiskinan yang mendera masyarakat saat ini.

Melalui Tangan M. Saleh Asnawi seorang pengusaha dan politikus Jalan lurus yang akan mencalonkan Bupati Tanggamus, masyarakat disini banyak berharap dengan Visi Misi perubahannya, sering berdialog dengan masyarakat disini beliau menyampaikan “Sepuluh tahun yang lalu datang tokoh masyarakat.

Tokoh Lintas suku dan tokoh pemuda ke Tanggerang, Bang Saleh tolong bang saleh pulang ke Tanggamus, kami akan calonkan jadi Bupati disana, waktu itu saya menolak karena kebetulan waktu itu saya selain pengusaha saya masih menjadi anggota DPRD Tanggerang, saya bilang tidak bisa, saya masih memegang amanat rakyat Tanggerang Selatan.

Singkat cerita sepuluh tahun kemudian saya bersepakat dengan anak-anak saya, setelah beberapa kali tokoh-tokoh masyarakat Tanggamus menemui saya, terakhir saya turun kelapangan, saya lihat ternyata mau menangis saya melihatnya, terbayang leluhur kita dan saya putuskan untuk pulang ke tanah kelahiran saya, sebagai pribumi lahir dan dibesarkan disini bahkan tali pusar saya setelah dipotong waktu bayi, saluran yang menghubungkan dengan plasma ibu saya, ditanam dibumi Tanggamus ini.

Saat ini harus kita ambil alih, siapa pemimpinnya yang penting orang asli Tanggamus, kalau belum ada yang mau, saya siap berjihad untuk kepentingan Tanggamus, nyawa dan harta saya korbankan untuk merebut kembali kejayaan Tanggamus dan Tanggamus harus kembali kepangkuan kita. Insha Allah kalau saya misalnya nanti betul saya jadi Bupati, kewajiban saya sebagai warga pribumi saya akan bereskan jalan-jalan rusak yang susah kita lewati.

Memberi waktu satu sampai dua tahun semua jalan akan saya bereskan, jangan tanya dari mana uangnya, kita ini orang Gerindra, Presidennya orang Gerindra, Gubernur nya InshaAllah orang Gerindra juga Bupati nya kita, apa yang tidak bisa…? Innamal a’malu Binniyat ” Penulis: Oleh (MASDA MASRUR) Rabu, 25 September 2024.