VIRAL Mantan Kades Cijakan : Geruduk Pemerintah Kabupaten Pandeglang: SDN Cijakan 2 Terancam Bahaya Akibat Tol Serang–Panimbang, Molor Sejak 2017, Jangan Tunggu Ada Korban Baru!

PANDEGLANG,  H&K l -1.SDN Cijakan 2 “Digantung” Sejak 2017: Lahan Belum Dibebaskan, Bangunan Rusak Terancam Jalan Tol, Wali Murid Ancam Demo Massal

2. Kemarahan Masyarakat Cijakan: PUPR, Bupati & Dinas Pendidikan Diminta Tegas! Sekolah Terimpit Proyek Tol, Nasib Pendidikan Anak Diabaikan. Minggu 10 Mei

3. Investigasi BUSER TV: Keluhan Endan Sunandar – Relokasi SDN Cijakan 2 Tak Kunjung Kelar, Proyek Jalan Tol Didahulukan, Generasi Penerus Terabaikan.

4. “Jangan Menunggu Anak Tertimpa!” – Desakan Kuat Warga Cijakan: Segera Pindahkan atau Bangun Baru SDN Cijakan 2 yang Terancam Ambruk Tim Redaksi BUSER TV dengan semboyan Hukum & Kriminal melakukan wawancara dan investigasi mendalam kepada Endan Sunandar, Mantan Kepala Desa Cijakan, terkait nasib memprihatinkan SDN Cijakan 2, Desa Cijakan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang. Minggu (10/5/2026)

Sekolah ini terdampak langsung pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang, namun nasibnya “digantung” dan tak kunjung ada kejelasan penyelesaian sejak tahun 2017 hingga tahun 2026 ini.

Dengan nada tegas dan penuh kekhawatiran, Endan Sunandar menyampaikan peringatan keras dan desakan kepada seluruh elemen pemerintah, mulai dari Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang, Dinas Pendidikan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), PPK Pengadaan Tanah, hingga Bupati Pandeglang dan Pemerintah Provinsi Banten, agar segera bertindak tegas.

adalah poin-poin penting pernyataannya:

Nasib Sekolah “Digantung” Sejak 2017 “Kami minta kepada PUPR Kabupaten Pandeglang segera ambil sikap tegas! Pembebasan lahan untuk SDN Cijakan 2 harus segera dilaksanakan. 

Coba hitung waktunya: pembebasan lahan warga sudah dimulai sejak tahun 2017, sekarang sudah tahun 2026. 

Sudah hampir 9 tahun nasib sekolah ini digantung, tidak ada kejelasan mau diapakan. Apakah pemerintah tidak peduli sama sekali dengan masyarakat? Ini kan menyangkut pendidikan anak bangsa,” tegas Endan.

Sekolah ini berada tepat di jalur pelebaran dan pembangunan tol. 

Bangunan sekolah sudah rusak, kondisinya mengkhawatirkan, berdekatan langsung dengan proyek konstruksi, dan sangat membahayakan keselamatan siswa serta guru yang masih harus belajar mengajar di sana setiap hari.

Desakan: Segera Relokasi atau Bangun Baru

Endan mengingatkan, kepentingan umum dan masa depan pendidikan harus diutamakan di atas segalanya.

“Harapan kami, baik Pemkab, Pemprov, maupun Pemerintah Pusat, segera renovasi, pindahkan, atau bangunkan sekolah baru di lokasi yang aman dan sudah disiapkan. Jangan mentingkan proyek jalan tol saja, tapi nasib anak-anak terabaikan. 

Kalau begini caranya, mau jadi apa generasi penerus bangsa kita ini? Kami minta Bupati, Dinas Pendidikan, BPN, dan pihak terkait berpikir sehat, berpikir panjang demi masa depan pendidikan.” Ia pun mengungkapkan kekhawatiran terbesar warga dan wali murid: “Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru bergerak!”

Kondisi bangunan yang sudah tua, retak, dan tertekan beban proyek di sekitarnya rawan roboh atau menyebabkan kecelakaan. “Kalau sudah ada anak yang tertimpa bangunan atau celaka, baru bertindak, itu sudah terlambat. 

Kami tidak mau itu terjadi,” ujarnya dengan nada emosional.

Ancaman Aksi Massal Jika Diabaikan Di akhir pernyataan, Endan Sunandar memberikan peringatan keras terakhir yang tak bisa dianggap remeh. 

Jika hingga batas waktu yang tak ditentukan segera ini tidak ada langkah nyata, pembebasan lahan tak dilakukan, dan relokasi tak terlaksana, maka masyarakat akan bertindak:

“Ini peringatan keras! Kalau memang sampai begini pemerintah diam saja dan tidak merealisasikan janji, saya bersama wali murid, masyarakat Desa Cijakan, para mahasiswa, dan aktivis, akan berbondong-bondong datang berkunjung ke kantor Dinas Pendidikan dan kantor Bupati. 

Kami akan datang menyampaikan aspirasi dan menuntut hak pendidikan anak-anak kami. Kami ingin sekolah ini selesai, aman, dan layak untuk belajar.”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas PUPR maupun Pemerintah Kabupaten Pandeglang terkait tuntutan warga ini. BUSER TV akan terus mengawal nasib SDN Cijakan 2, memantau apakah pemerintah akan segera bergerak sebelum musibah yang dikhawatirkan warga benar-benar terjadi. 

Sehingga berita ini ditulis berdasarkan fakta-fakta hukum menarik perhatian publik. (TIM/RED)