Breaking News Warga PIK Gelar Aksi Protes Developer MP, Tolak Kenaikan Iuran Pemeliharaan Lingkungan dari PT. Mandara Permai.

JAKARTA, RJNPOS – Para Penghuni kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Lama menggelar aksi Klarifikasi kenaikan iuran sepihak memberatkan Warga Penghuni kawasan Pantai Indah Kapuk Ulah oknum pengelolaan oleh pengembang Mandara Permai di Kantor pengembang PT. Mandara Permai pada Rabu (14/1/2026).
Aksi protes keras yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.00 WIB tersebut dipicu oleh rencana developer menaikkan Iuran Sepihak Pemeliharaan Lingkungan (IPL) secara drastis di tengah kualitas pelayanan yang dianggap buruk. Jum’at (16-1-2026)
Kurang lebih ada 200 warga penghuni atau pemilik rumah yang berkumpul, dan banyak dari mereka sudah lanjut usia.
Mereka menyatakan keberatan atas kebijakan sepihak yang menaikkan seenaknya tarif IPL yang dikatakan naik dari Rp 1.700 per meter persegi menjadi Rp 4.000 hingga Rp 4.400 per meter persegi.
Kenaikan yang mencapai hampir 300 persen tersebut dinilai sangat memberatkan dan tidak masuk akal.
Dinilai Warga Penghuni kawasan PIK ekonomi seperti sekarang ini tidak menentu!.
Sehingga warga berinisiatif untuk Aksi berdemo mencari kebenaran dan keadilan biar para elit pejabat wewenang dapat membantu menyelesaikan masalah ini!!
Pelayanan mengecewakan Salah satu penghuni, Mr. Y, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Kinerja manajemen lingkungan PT. Mandara Permai. Menurutnya, tingkat kepuasan warga terhadap fasilitas saat ini hanya berada di angka 20 persen.
“Sorotan sampah terkadang baru diangkut setelah dua hari, Got pun harus kami bersihkan sendiri. Tidak ada perkembangan fasilitas, namun iuran justru meroket.
Benar-benar mengecewakan,” ujar Mr. Y setelah dihubungi oleh awak media. Ia juga menyayangkan ketiadaan jaminan dari Developer mengenai peningkatan kualitas pelayanan pasca-kenaikan tarif.
Senada dengan Mr. Y, warga lainnya, Miss S, menyoroti buruknya kualitas air yang disediakan pengembang.
Ia mengaku pernah menemukan organisme kecil menyerupai cacing pada aliran air di rumahnya, padahal tarif air pun turut mengalami kenaikan.
Tuntut Pemisahan Tagihan Selain menolak besaran kenaikan IPL, warga Pantai Indah Kapuk mendesak keras PT. Mandara Permai untuk memisahkan bukti pembayaran (Invoice) antara tagihan IPL dan tagihan air.
Selama ini, kedua tagihan tersebut disatukan, sehingga warga kesulitan membayar tagihan air jika mereka menolak membayar kenaikan IPL.
“Kami memiliki niat baik untuk membayar air, tetapi kalau tanda terimanya dijadikan satu paket dengan IPL yang kami protes keras, bagaimana? Kami ingin tagihan tersebut dipisahkan agar masing-masing terlihat jelas,” tegas Miss S.
Kondisi Ekonomi Serba Sulit Aksi protes keras ini tidak hanya diikuti oleh kelompok usia produktif, tetapi juga sejumlah warga lansia. Mr. Y menekankan agar pengembang memiliki empati terhadap kondisi ekonomi warga yang saat ini sedang tidak menentu.
“Kondisi ekonomi Serba sulit, tidak semua orang tetap kaya. Kami mohon pihak pengembang memiliki empati dan tidak hanya mengejar kenaikan iuran,” pungkasnya
Intinya para warga penghuni Pantai Indah Kapuk (PIK) di wilayah pengelolaan PT. Mandara Permai tidak bersedia apabila dipaksakan kenaikan iuran IPL yang terlalu tinggi dan dianggap sudah tidak bermanusiawi.
Sedangkan pelayanan dari tarif iuran yang sebelumnya saja masih dianggap tidak maksimal. Begitu yang mereka ungkapkan.
Sehingga berita ini diterbitkan berdasarkan Fakta-Fakta Hukum ditemukan Oleh Tim redaksi (TIM/RED)
