VIRAL OKNUM BUPATI KABUPATEN TANGERANG DIDUGA TERLIBAT KORUPSI PROYEK MENGHINDARI AUDENSI DENGAN LSM TOPAN RI BANTEN : TAKUT KEBONGKAR. 

Foto : Dok.

TANGERANG, RJNPOS.COM – Pantauan TEAM LSM TOPAN RI Penyelamatan Aset Negara Republik Indonesia (TOPAN RI) Diwilayah Banten tidak di anggap, surat permohonan audensi yang di kirim pada hari Rabu 12 November 2025, tidak di respon ini Bukti dari ketidak perdulian Bupati Kabupaten Tangerang yang takut adanya sosial kontrol masyarakat di kabupaten Tangerang. (TOPAN RI) Mengecam berantas “KORUPSI” turunkan massa aksi demo. Rabu (19/11/2025)

Di tempat terpisah salah satu perwakilan dari CV  BINTAN SELATAN insial (UCK)menemui Ketua LSM TOPAN RI Banten untuk menawarkan sesuatu yang intinya tidak perlunya audensi ke Bupati terkait proyek yang di kerjakan oleh CV. tersebut. 

Sebagai sosial kontrol LSM TOPAN RI Banten seolah tidak terlihat di mata para petinggi pejabat daerah di kabupaten Tangerang sehingga surat permohonan audensi pun tidak ada jawaban. 

ANTONIO SIMBOLON SH, Ketua LSM TOPAN RI Banten “saya rasa hal wajar kalau kami kecewa karena LSM TOPAN RI Banten bukan lembaga bodong tanpa legalitas yang jelas, LSM kami cukup Legal”.ucapnya kepada wartawan. 

“Apakah memang Bupati kabupaten Tangerang takut dengan LSM TOPAN RI Banten, soal materi yang akan kami bawa di meja Audensi, atau memang takut kebongkar atas anggaran APBD yang di gelontorkan untuk Proyek- proyek yang di kerjakan diantaranya oleh CV Bintan selatan dan CV Putra Dua  mandiri dengan nilai puluhan Milyar”, Tanya Nya. 

Di sisi lain Firdaus wartawan dari Persatuan pewarta warga Indonesia (PPWI) “sudah seharusnya pemerintah Daerah sebagai pelayan masyarakat harus siap melayani atensi dan aspirasi masyarakat melalui lembaga sosial kontrol dan jangan takut terhadap LSM serta tidak menolak karena itu sudah menjadi kewajiban”,ucapnya.

“Kami minta surat yang di layangkan untuk audensi segera di jawab demi menunjukkan sikap kooperatif dan bentuk pelayanan pemerintah kabupaten Tangerang terhadap LSM TOPAN RI Banten sebagai kepanjangan tangan masyarakat “,ucap ANTONIO SIMBOLON SH. 

” Saya meminta agar surat permohonan audensi yang di layangkan segera mendapat jawaban, sehingga terkait materi apa yang saya sampaikan nanti dapat menjadi pertimbangan oleh kepala daerah selaku yang punya kewajiban dari sejumlah temuan proyek proyek yang menggunakan APBD”, ucapnya. 

Ketua LSM topan RI Banten saat mengkonfirmasi surat permohonan audensi tersebut jawaban dari staff Bupati kabupaten Tangerang MUSTOFA “Belum ada jadwal untuk menerima audensi”, katanya singkat. 

Hingga berita ini di terbitkan belum ada balasan surat resmi soal agenda audensi sesuai permohonan LSM TOPAN RI BANTEN. (TEAM/RED).