KABAR KINI TNI KONTAK TEMBAK DENGAN OPM DI PUNCAK JAYA DAN SUGAPA, TIGA ANGGOTA OPM MATI!!!
Redaksi Harian rjnpos.com Hukum & Kriminal : Arfendy CFLE
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 09:46 WIB

JAKARTA, RJNPIS.COM – TNI melalui Komando Operasi (Koops) Habema terlibat kontak dengan tembak Organisasi Papua Merdeka (OPM) Di Tiga Lokasi Berbeda.
8 Agustus 2025, di Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya, satuan tugas TNI menyisir Kampung Biak yang diduga menjadi persembunyian jaringan Tenggamati Enumbi, tokoh OPM yang pernah masuk daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian Daerah Papua.
Dalam peristiwa itu, anggota OPM tertembak, salah satunya diduga Tenggamati. Dari lokasi, ditangkap Dua Pucuk Pistol, Amunisi berbagai kaliber, radio komunikasi, bukti bendera Bintang Kejora, dan perlengkapan tempur.
Tiga hari kemudian, 11 Agustus, di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, TNI kembali terlibat kontak senjata dengan kelompok OPM Kemabu.
“Jekas Satu tokoh OPM bernama Dece Mujijau juga tewas, dua lainnya terluka. Barang bukti berupa Amunisi, tas, telepon genggam, dan atribut OPM berhasil di sita,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi dalam keterangannya, Sabtu (16/8).
Keesokan harinya, 12 Agustus, di sekitar lokasi di Kampung Eknemba, Sugapa, kelompok OPM melakukan serangan balasan. Namun, kata Kristomei, prajurit TNI berhasil menggagalkannya.
Dua anggota OPM tewas, termasuk Teleginus Maiseni yang merupakan tokoh OPM Kemabu beserta ajudannya. Perhiasan, atribut, serta perlengkapan lainnya bukti disita dari lokasi.
Panglima Koops Habema Mayjen Lucky Avianto mengatakan, operasi tersebut adalah langkah tegas dan terukur untuk menjaga stabilitas keamanan serta melindungi masyarakat Papua.
“Tidak akan ada ruang bagi pihak-pihak yang mencoba mengganggu ketertiban dan mengancam keselamatan rakyat Indonesia,” kata Lucky.
Kapuspen TNI menambahkan, seluruh kekuatan operasi dilaksanakan profesional, terukur, dan sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
Selain penindakan tegas, TNI tetap mengedepankan pendekatan teritorial yang humanis dan dialogis demi stabilitas jangka panjang di Papua.
“TNI akan terus menjaga kedaulatan NKRI dan melindungi rakyat Papua. Pintu selalu terbuka bagi mereka yang ingin kembali ke pangkuan NKRI untuk bersama membangun Papua yang damai, aman, dan sejahtera,” ujar Kapuspen TNI. (TIM RED)
