Perang Dunia III Dimulai! Indonesia Harus Pilih: Ikut Barat, atau Bela Umat?
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Serukan Kesiapsiagaan Nasional: Perang Besar Telah Dimulai!

Jakarta, – Dalam sebuah pernyataan kontroversial dan mengguncang jagat geopolitik internasional, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, pakar hukum internasional, ekonom, serta Presiden Partai Oposisi Merdeka, mengeluarkan peringatan keras kepada bangsa Indonesia atas meningkatnya ketegangan global yang ia sebut sebagai isyarat resmi dimulainya Perang Dunia III. Senin (23/6/2025)
Menurut Sutan Nasomal, serangan Amerika Serikat terhadap Iran bukan hanya agresi sepihak, melainkan pembukaan tabir konflik global yang melibatkan negara-negara besar dunia. AS disebutnya telah berkolusi dengan Israel melanggar Piagam PBB, Prinsip Non-Proliferasi Nuklir, dan seluruh norma hukum internasional.
“Amerika adalah pemimpin preman dunia yang bebas melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, memaksakan genosida di Palestina lewat tangan Israel, dan kini memulai babak baru konflik global,” ujar Sutan.

IRAN, dalam pembelaan terhadap Palestina dan dirinya, kini menjadi simbol perlawanan global terhadap dominasi zionis-globalis. Negara-negara seperti Rusia, China, dan Korea Utara, menurut Prof. Sutan, takkan tinggal diam. Sebaliknya, mereka tengah menyusun kekuatan dan skenario besar untuk menghadapi koalisi perang Amerika dan sekutunya dari Eropa dan Asia-Pasifik.
INDONESIA, DI ANTARA DILEMA ISLAM DAN KEPENTINGAN POLITIK GLOBAL
Dalam rilisnya, Prof. Sutan menyoroti posisi Indonesia yang sangat rawan: “Apakah kita akan membela hak umat Islam atau tunduk pada tekanan politik negara adidaya? Ini bukan hanya soal politik, tapi akidah dan harga diri bangsa!”
Beliau juga mengajak rakyat Indonesia untuk beristighfar, melakukan istikharah nasional, dan mendesak Presiden RI Jenderal Prabowo Subianto bersama TNI dan Polri untuk menaikkan status siaga satu. Mengingat, jika konflik ini meluas ke Asia, Indonesia bisa menjadi target mendadak lewat negara-negara seperti Australia yang merupakan sekutu dekat AS.
“Bayangkan jika tiba-tiba Australia menyerang Indonesia dari selatan, lalu Amerika ikut campur dengan dalih membantu sekutunya. Indonesia bisa diseret ke dalam konflik global hanya karena membela Palestina dan Iran,” tegasnya.
HUKUM RIMBA TELAH MULAI BERLAKU?
Dengan ratusan kapal tempur dan kapal selam Amerika telah mengepung kawasan Timur Tengah, Prof. Sutan menyebut bahwa fase negosiasi sudah tidak mempan. Ini bukan lagi soal mediasi, ini tentang kekuatan dan siapa yang akan keluar sebagai pemenang global pada 2029.
“Perang ini akan menjadi proses seleksi: siapa yang akan jadi pemimpin dunia berikutnya – Blok Timur atau Blok Barat? Mari kita tunggu, sambil bersiap… Perang dulu, baru curhat,” pungkasnya.
Narasumber: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Politik Global, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Komite Mantan Preman Indonesia Istighfar, Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu ASS SAQWA PLUS – Jakarta
Red | Imron, R. Sadewo (Bocah Angon)
