Tangisan Seorang Ibu: Kisah Pilu Korban Asusila Asal Gunung Kaler yang Masih Menanti Keadilan

Illustrasi
TANGERANG, RJNPOS.COM— Air mata seorang ibu tumpah saat mengenang kembali masa kelam yang dialami anaknya, seorang wanita berinisial H, warga Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang. Kisah memilukan ini kembali mencuat ke publik setelah ditayangkan dalam sebuah podcast kanal YouTube Denny Sumargo, menampilkan trauma mendalam yang dialami H akibat kejahatan seksual oleh beberapa pelaku. Minggu 25 Mei 2025
Tak hanya trauma batin, H juga harus menjalani kehamilan dan melahirkan akibat perbuatan keji itu. Tragedi ini terjadi pada 2023, namun hingga kini, hanya satu dari lima diduga pelaku yang telah dijatuhi hukuman. Empat pelaku lainnya masih berkeliaran bebas, sementara keluarga korban terus memperjuangkan keadilan yang belum kunjung usai “Anak saya hancur, tapi kami tidak akan berhenti. Selama napas masih ada, kami akan terus mencari keadilan,” ujar sang ibu dengan suara bergetar.
Kecaman keras juga datang dari salah satu aktivis sosial, Imron, R. Sadewo (Bocah Angon) Tim Cyber Media Pantura. Ia menyatakan, “Perbuatan para pelaku adalah bentuk kebiadaban yang tak bisa ditoleransi. Ini bukan sekadar kasus hukum, ini luka kemanusiaan! Negara harus hadir dan berpihak pada korban, bukan membiarkan pelaku menikmati kebebasan.”
Bocah Angon juga menegaskan bahwa ketidakadilan yang berkepanjangan adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai keadilan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Keluarga H bersama para pendamping dan pegiat kemanusiaan menyerukan agar aparat penegak hukum segera menuntaskan kasus ini dan menangkap seluruh pelaku. Mereka tidak hanya menuntut keadilan, tetapi juga pemulihan martabat yang telah diinjak-injak. Tutupnya
Red | Tim
