Sorotan Tajam: Ketika Buku Kalah Menarik Dibanding Dunia Game — Potret Pendidikan Kecamatan Aceh Singkil.

ACEH SINGKIL, H&K CYBER – Aceh Singkil, 25 Agustus 2026 Masalah Utama: Perkembangan teknologi membuat banyak siswa menghabiskan waktu lama bermain gim, sementara minat baca dan belajar semakin terpinggirkan.
Banyak siswa lebih memilih gawai dibanding kegiatan belajar setelah pulang sekolah.
Pandangan Muhammad Naufal Efendi (Ketua Umum DPK GMNI Universitas Syiah Kuala):
Tidak bisa hanya menyalahkan siswa; perlu menilai apakah sistem pendidikan sudah cukup menarik.
Gim menawarkan tantangan, interaksi, penghargaan cepat; sedangkan pendidikan sering terasa kaku, monoton, hanya menghafal dan mengejar nilai.
Semua pihak (sekolah, keluarga, pemerintah, masyarakat) harus peduli: pendidikan tak cukup hanya menuntut belajar keras, tapi harus menciptakan lingkungan yang merangsang minat & bakat.
Solusi & Harapan: Hidupkan ruang baca, perluas literasi, banyakkan diskusi & kegiatan kreatif.
Pendidikan harus memicu rasa ingin tahu, bukan sekadar rutinitas sekolah.
Jangan biarkan anak hanya jadi pemakai teknologi tanpa kemampuan berpikir kritis, membaca, dan berkarya; jadikan mereka pembaca, pemikir, pencipta.
Kesimpulan: Perlu perhatian serius bersama. Jika buku terus terpinggirkan dan gim mendominasi waktu, masa depan siswa & arah pendidikan Singkil terancam. (SM)
